Hijabin yang mana dulu ?

Assalamu'alaikum wrb-wb .

Bismillahirrahmaanirrahiim..
Hari ini aku mendapatkan curahan hati dari salah seorang sahabatku. Sebut saja namanya Gina. Dia memang belum berhijab , tpi dia mengeluhkan tentang kedua temannya yang sudah berhijab. Sering kali beliau mendapatkan cibiran dan sindiran dari salah satu teman dekatnya itu. Dia sangat tersinggung dengan nasihat yang disampaikan oleh salah satu temannya itu. Dia merasa bahwa dirinya paling buruk. Padahal aku tau dia adalah orang yang paling mengerti yang pernah aku kenal.

"Ya, siapa yang tidak mau berubah menjadi lebih baik, aku juga sedang beljar menjadi lebih baik. Tapi aku masih belum siap ca, aku tahu kalau hijab itu adalah kewajiban. Ya Aku tahu! tapi aku tidak mau kalau aku berhijab karena mereka."

Ada rasa senang mendengar bahwa dia juga sedang berusaha menjadi lebih baik, walau dibalik itu juga ada rasa sedih karena ketidak siap-an nya untuk berhijab. Memang aku juga bukan orang yg pintar dalam perihal agama, bukan pula wanita yang sudah lama 'berhijab dengan benar', aku juga sama sperti dia yang masih dalam proses belajar menuju keridhoan Allah.

Aku tidak pernah menganggap diriku pandai memotivasi orang, tapi alangkah baiknya jika kita juga sma-sama mengajak dalam kebaikan. Aku tidak memihak siapapun, yang dilakukan oleh kedua temannya memang salah. Nasihat yang baik harus disampaikan dengan baik, tanpa harus menyakitinya. Jalan hijrah yang sudah ditempuh oleh kedua temannya itu bisa jadi harapan bagi sahabatku untuk bisa berhijrah. Berhijrah dengan sebetul-betulnya hijrah.

Jangan pernah mengatakan bahwa "katanya sudah hijrah , tapi tetep perilakunya gitu2 aja" . Bisa jadi orang tersebut sedang berusaha dalam hatinya untuk melawan kebiasan buruk mereka yang sulit terkendali.

Teman ku itu merasa heran kepada salah satu temannya itu,

"kan dia pernah ada di posisi yang sama kaya aku alias belum berhijab, terus dia pernah ngomong kalau 'percuma dihijab juga kalau hati dan kelakuannya masih buruk', dan aku jadi ingat skrang, kalau dia juga telah termakan dengan omongannya sendiri. Bahkan pernah dia menyudutkan temanku yg lain karena berhijab tapi pakaiannya tetap ketat. Kan ini tuntutan kerja. Memang sih skrang mah dia kalau kerja suka bawa kerudung dua , dan suka diganti dengan kerudung syar'i kalau pulang kerja. Tapi ya dia jangan ngomong kaya gtu lah, kan ga baik juga."

Subhanallah...
persepsi yang sangat SALAH BESAR pemikiran "wanita zaman sekarang" tentang berhijab. Jangan pernah menyalahkan hijabnya, salahkanlah orang yang memakai hijabnya. Karena hijab bagi seorang muslimah itu adalah sebuah kewajiban.

QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

Tetaplah berpikir positif, mungkin saja Allah sedang mengetuk pintu hatimu lewat kedua teman2mu.
Dengarkan yang baik-baiknya saja, dan acuhkan yg buruknya. Jika kamu kesal karna dia tidak berkaca diri, maka jadikanlah dia sebagai kaca untukmu mengaca diri. Jangan sibuk mencari keburukan org lain. Biarkan saja orang lain mencibirmu seperti itu.

Teruslah berdoa , agar kamu bisa secepatnya menjemput hidayahmu. Jangan sampai keduluan sama ajal, karena si ajal tidak akan pernah melihat kamu siap atau tidak.

Semoga temanku itu bisa kuat dan segera bisa berhijrah, bukan hanya hijrah dalam penampilan saja, tapi dalam segala hal yang selalu Allah ridhoi.

Hijrah itu butuh proses, proses itu butuh kesabaran, kesabaran itu akan berbuah keistiqamahan. Hijrah itu memang bukan sesuatu yang mudah tapi tidak sulit juga. Hijrah itu juga bukan hanya sekedar merubah penampilan. Sikap, emosi, dan pola pikir juga harus berhijrah. Yang pasti jangan pernah menyalahkan hijabnya jika yang kau hadapi ternyata tak seperti apa yang kau pikirkan tentang "hijrah".

Pernah kudengar nasihat dari salah satu wanita calon bidadari surga-Nya, agar bisa istiqamah :
1. Jangan pernah putus asa untuk terus berdoa minta kekuatan sma Allah agar kuat menjalani semua proses kehidupan.
2. Meletakkan kematian didepan mata kita, agar senantiasa terus mengingat kematian.
3. Sering datang ke majlis
4. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
5. Dan selalu berpikir bahwa orientasi kita adalah akhirat.

Yuk..... kita sama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan.
Menyampaikan dalam kelembutan.
Mengajak dalam ketaatan.

Semoga kita semua selalu dalam hidayah Nya .

💛

Komentar